Apa Itu Cinta? – Apa artinya kata cinta? – Apakah cinta sama dengan kasih sayang? Cinta adalah... sabar sebentar ya. Sebelum eyang gaul menjawab, kita luruskan dulu pertanyaannya. Cinta yang mana? Karena arti atau definisi cinta itu luas, tergantung dari subjek predikat dan obyek. Hadew... kayak pelajaran bahasa Indonesia aja hehehe...
Sebelum membahas wacana apa artinya cinta, sebaiknya kita kenali dulu jenis dari cinta. Jenis cinta itu banyak. Contohnya:
Cinta pada lawan jenis (cowok – cewek)
Cinta pada sesama manusia
Cinta tanah air
Cinta monyet, dll
Pendapat wacana apa itu arti dan makna cinta juga banyak. Contohnya arti cinta berdasarkan artis Indonesia ini:
Menurut Manis Manja Group: Cinta itu ibarat karet, sana sini lengket
Menurut Agnes Monica: Cinta itu kadang tak ada logika
Kata Ryan D’Masiv: cinta ini membunuhku
Becandanya udahan dulu ya, Cu... Saatnya serius nih mengupas wacana apa arti kata cinta.
Secara resmi, arti kata cinta ada di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Berdasar adjektiva (kata yang menjelaskan nomina dan pronomina), arti kata “CINTA” adalah: 1> suka sekali; sayang benar 2> kasih sekali; terpikat (antara pria dan perempuan) 3> ingin sekali; berharap sekali; rindu.
Untuk lebih jelasnya silahkan cucu kunjungi situsnya http://kbbi.web.id/cinta
Menurut eyang gaul:
“Cinta itu tak ada yang abadi. Tergantung pada suasana hati atau perasaan masing-masing individu pada waktu tertentu”
Bingung ya? Baiklah, eyang akan perjelas...
Sama halnya dengan benci, cinta akan selalu berubah setiap saat. Bisa jadi hari ini kita menganggap cinta yaitu perasaan sayang, senang dan ingin selalu berada di erat orang yang kita cintai. Tapi besok atau lusa, pada dikala orang yang kita cintai dikala ini lantaran suatu lantaran – selingkuh, menikah dengan orang lain, contohnya – maka arti cinta itupun akan berubah: Cinta itu menyakitkan hati!
Yang sudah pacaran kemudian gagal dan putus di tengah jalan, tentu akan mengerti siklus makna cinta ibarat gambar ini:
Saat pertama jumpa à cinta itu biasa aja. Saat lagi pe de ka te à cinta itu menciptakan jantung berdebar kencang. Waktu jadian à cinta itu membuatku serasa melayang. Saat udah pacaran à cinta membuatku bahagia. Saat bertengkar à Cinta itu butuh kesabaran. Saat pertengkaran makin andal à cinta ini tampaknya tak sanggup dipertahankan. Saat putus à cinta ini membunuhku!
Kesimpulannya: Maknailah cinta itu dengan sewajarnya, jangan terlalu over dosis. Karena batas antara rasa cinta dan benci itu jaraknya hanya seujung rambut. Hari ini kita merasa cinta setengah mati pada seseorang... Siapa yang sanggup jamin kalau lusa tidak berubah jadi benci?
Jika terlalu tinggi kau memaknai cinta, pada dikala jatuh... sakitnya tuh di sini! Nyesek banget. Parahnya lagi, sakit lantaran putus cinta itu tidak ditanggung oleh BPJS


Tidak ada komentar:
Posting Komentar