Kamis, 08 November 2018

Pantangan Yang Harus Dihindari Anak Muda



Larangan buat sampaumur bukan untuk dilanggar  – Ulasan ini bukan wacana mitos dari para orang renta jaman dulu terkait dengan hal berbau mistis, unik, aneh, tak masuk logika dan tak sanggup dibuktikan secara ilmiah. Pantangan / larangan berikut ini telah diteliti oleh banyak mahir psikologi dan terbukti berakibat negatif kalau dilanggar. Makanya, para remaja atau anak muda, baik itu perjaka atau cewek wajib tahu apa aja pantangan yang harus dihindari supaya tidak kualat dan terhindar dari kutukan

Larangan buat sampaumur bukan untuk dilanggar Pantangan Yang Harus Dihindari Anak Muda
Remaja masa kini cenderung meremehkan pantangan yang sering diucapkan para orang renta dalam menasehati anak muda. Petuah bijak untuk anak muda dianggap cerita lucu. Mereka menganggap itu hanya mitos belaka, bukan fakta. Contohnya dikala nyokap nasehatin anak gadisnya kalo nyapu harus higienis biar suaminya kelak nggak berewokan. Eh, si anak sambil ketawa-tawa nyaut gini: “Kalau berewokan ya dicukur dong...”

Kalau diartikan secara harfiah, mitos macam teladan tadi emang tak masuk logika dan konyol. Apa hubungannya antara pantang menyisakan sampah / kotoran dikala menyapu sama calon suami? Apa kalau menyapu halaman masih kotor jadi jaminan jodoh si cewek kelak sudah niscaya berewokan? Lagian, banyak perjaka yang justru pingin punya kumis dan jambang lebat hingga dibelain beli obat penumbuh rambut biar terlihat macho.

Tapi kalau digali lebih dalam, pantangan dikala menyapu mengandung falsafah Jawa yang begitu dalam. Makna dari menyapu hingga bersi tanpa meninggalkan kotoran itu untuk melatih ketelitian dan kesabaran. Juga mengajarkan kita supaya menuntaskan pekerjaan secara tuntas. Jangan hingga apa yang kita lakukan itu “nanggung” yang justru merepotkan kita atau orang lain lantaran harus mengulangi pekerjaan dari awal lagi. Nggak mudah kan?

Untuk arti dan makna bekerjsama dari mitos atau pantangan lainnya yang dianggap konyol oleh anak muda, lain waktu eyang gaul akan kupas tuntas. Sekarang kita fokus ke pembahasan utama kali ini yaitu: Pantangan yang harus dihindari oleh para sampaumur adalah:
 
1.       Menyerah
Anak muda punya power dan stamina yang kuat. Otaknya juga masih fresh untuk berfikir gimana cara menuntaskan masalah. Sungguh keterlaluan kalau anak muda yang mudah menyerah. Harusnya sampaumur itu pantang menyerah dikala menghadapi problema. Jangan mau kalah ama orang tua. Deal?

2.       Putus Asa
Hampir setali tiga uang dengan menyerah, frustasi yakni monster bertanduk besar yang nongkrong di depan pintu sukses anak muda. Segera singkirkan dengan pinjaman superhero berjulukan “pantang”

3.       Mengeluh
Mengeluh kayaknya lagi ngetrend di kalangan sampaumur dikala ini. Dikasih pe-er, ngeluh. Diminta bantuin ibu nyiram bunga, ngeluh. Disuruh belajar, ngeluh. Dikasih duit buat ongkos pacaran, semangat!!

Cara semoga punya jiwa pantang mengeluh itu mudah kok. Anggaplah semua yang harus kita kerjakan itu sebagai sesuatu yang ingin kita lakukan. Kata “harus” dan “ingin” itu bekerjsama hal yang berbeda. Tapi kalau kita bisa menganggapnya sama, tak ada alasan lagi untuk mengeluh.

Contoh konkritnya gini: Saat bokap minta tolong benerin genteng, bayangkan aja ia nyuruh kita ngapel ke rumah pacar. Pasti kau pribadi naik ke atas genting. Resikonya paling cuma lupa, salah nangkring di atap rumah pacar!!

4.       Minder
Hari gini masih suka minder? Cepat pake pampers, ambil dot dan pergi bobok sana! Remaja gaul kok tak percaya diri. Semua orang itu terlahir sama. Menghirup udara yang sama. Minum air yang sama. Sama-sama makan kalau lapar.

Trus apa yang menciptakan minder? Karena kau ngerasa buruk dan dia cakep? Eh, entar kalau udah mati semua juga sama jeleknya kok. Karena kau kolot dan dia pintar? Eh, dia dulu juga sama bodohnya. Kamu aja yang malas belajar. Karena kau ngerasa miskin sedang lainnya kaya? Eh, liat tuh masih banyak yang lebih tak berpunya dari kamu.

Intinya minder itu hanya soal ngerasa aja. Belum tentu orang lain menilai menyerupai perasaan kita. So, buang perasaan negative itu dan jadilah anak muda yang pantang minder
  
5.       KeGe-eRan
Ge-eR (gede rumangsa) itu kadang perlu. Tandanya kau masuk golongan orang yang optimis, penuh rasa percaya diri. Yang tak boleh itu keGRan alias terlalu pede. Ibarat orang manjat pohon, makin tinggi naiknya maka makin terasa sakit dikala terjatuh.

Contoh paling sering terjadi pada anak muda yakni soal cinta. Misalnya kau udah yakin benar bahwa perjaka or cewek yang kau taksir juga menaruh hati sama kamu. Karena terlalu kege-eran, kau nekad nembak dia di program “Katakan Cinta” yg disiarkan oleh TV. Saat ternyata si doi nolak, rasa malunya apa tidak setinggi langit lantaran ditonton oleh jutaan pemirsa seluruh Indonesia?

6.       Pesimis
Ini kebalikan dari kegeeran. Efek kalau melanggar pantangan ini adalah: Kaprikornus minder, malas kurang semangat dll. Para tokoh sukses dunia mengidentifikasi kata “Pesimis” sebagai hal yang paling dihindari. Percuma punya segudang planning kalau tidak dilandasi rasa optimis. Umpama perang, pesimis akan menciptakan kita kalah sebelum turun ke medan laga. Makanya, buang jauh jauh rasa pesimisme dari mindset kita

7.       Berkhianat
Paling sakit itu kalau dikhianati oleh orang terdekat. Dalam konteks sejarah, kehancuran sebuah negara atau kerajaan itu sebagian besar disebabkan oleh konspirasi pengkhianatan. Dalam dunia remaja, yang termasuk kategori berkhianat adalah: selingkuh, menikung pacar teman dll

Pernah punya pengalaman berkhianat atau dikhianati? Mulai kini jadikan berkhianat sebagai pantangan untuk dihindari oleh anak muda...

8.       Melanggar Peraturan
Ini nih, paling sering dilakukan oleh anak muda tanpa sadar. Terlambat masuk sekolah, melanggar rambu kemudian lintas, naik motor boncengan 3, tak make helm dikala mengendarai motor, minjam sesuatu punya teman tanpa ijin, nyontek dll

Peraturan tetaplah sesuatu yang wajib untuk ditaati. Sekecil apapun, kalau bisa (dan harus bisa) jangan melanggar aturan. Undang-Undang dibentuk untuk melindungi kepentingan umum, bukan dibentuk atas dasar kesepakatan. Sepakat atau tidak, suka atau tidak kita harus taat. Melanggar peraturan itu sama aja kita mengabaikan kepentingan orang banyak, termasuk diri kita sendiri. Jika pelanggaran kecil dibiarkan maka akan muncul pelanggaran yang lebih besar

9.       Berbohong
Kata orang berbohong itu hal manusiawi dan dilegalkan demi kebaikan. Kebaikan siapa?
Entahlah, eyang gaul sendiri kadang berbohong juga. Misalnya eyang putri dandan, meskipun dalam hati berkata: “mau dandan kayak apa kalo udah renta ya tetep aja tak nampak kecantikannya.” Tapi untuk nyenengin hatinya, eyang terpaksa berbohong: “Wow... you are very beautifull today...”

Secara umum, berbohong itu tidak baik. Lebih baik no comment daripada harus berbohong. Meskipun sulit menghindari kebohongan kecil macam teladan perkara eyang tadi, usahakan untuk jujur meski kejujuran kadang menyakitkan. Tau nggak, mengedit foto sebelum diunggah buat profile picture itu termasuk kebohongan publik loh hehehe...

10.   Ingkar Janji
Hati-hati buat yang suka obral janji. Janji yakni hutang. Makin banyak janji, makin menumpuk utang yang harus dilunasi. Jangan mengucap komitmen kalau tak yakin bisa menepati. Janji yang diingkari itu sama rasanya menyerupai dikhianati dan dibohongi.

Kalau udah komitmen menyayangi pacar trus putus itu termasuk ingkar apa tidak?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, mohon sabar. Insyaallah akan eyang postkan pada edisi berikutnya. Masih banyak pantanganyang wajib dihindari oleh remaja masa kini. Tapi lantaran terlalu panjang kalau dijelasin satu persatu dan yang baca malah pada pusing, mending dipending dulu. Nantikan aja pada potongan kedua dari artikel ini ntar akan kita kupas habis. Itupun kalau kalian tak bosan loh ya. Oke cucu semua, eyang undur diri dulu ya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar