Senin, 19 November 2018

Kenapa Anak Harus Patuh Pada Orang Tua



Mengapa anak muda harus nurut apa kata ortu? – Pertanyaan dari anak aku itulah yang melatarbelakangi terbitnya blog ini. Blog yang rencananya sebagai “jembatan penghubung” antara generasi kekinian (anak muda, remaja, abg, genX atau apalah istilahnya) dengan generasi kekunoan (ortu). Isinyanya perihal kata nasehat, petuah serta hal yang lagi ngetrend di kalangan orang muda dari sudut pandang orang bau tanah tapi dengan gaya bahasa yang santai layaknya pemuda cewek gaul.


Kembali ke pertanyaan: “Kenapa anak harus nurut atau patuh pada orang tua?” Hal yang mungkin sepele bagi orang bau tanah tapi sanggup kuat pada perkembangan mental anak remaja.
Waktu itu aku menjawab: “Karena ayah sayang sama kamu, nak. Ayah ingin kau jadi anak yang baik dan berkhasiat bagi nusa bangsa.”
Dia tampak tidak puas dan kembali bertanya, “apakah dengan patuh kita niscaya jadi anak yang baik dan berguna?”
Saya tersenyum kecut, tak yakin dengan apa yang barusan ia tanyakan itu benar atau salah? Ah, perasaan gres kemaren sore bocah ini masih suka ngompol, belum sanggup ngelap upilnya sendiri, masih suka digendong... Tau tau sudah SMP, sudah masuk masa remaja. Menyadarkan aku bahwa dikala ini sudah tidak muda lagi. Sudah saatnya untuk menempatkan diri sebagai orang bau tanah yang baik, bijak dan mengayomi bagi anak-anaknya.

Awalnya agak sulit mendapatkan kenyataan bahwa kita sudah tua. Padahal kita masih merasa muda, gaul dan meledak-ledak.
Itulah saya... Entahlah kalau Anda

Lalu muncul ide... Walau sudah tua, kenapa kita tidak sanggup tetap gaul dalam memberikan hal positif bagi para remaja?

Mungkin nasehat, petuah atau gagasan hasil contoh pikir sampaumur kita lebih sanggup diterima di kalangan anak muda kalau kita masuk jadi bab dari mereka. Memahami apa yang para abg inginkan. Mengerti apa yang para remaja butuhkan.
Kenapa?
Karena remaja kini dengan remaja tempo doeloe itu beda. Bukan hanya alasannya anak muda jaman dulu kini sudah pada tua, tapi perkembangan teknologi sangat menghipnotis contoh pergaulan.

Untuk klarifikasi lebih lanjut, tunggu pada posting berikutnya. Karena berdasarkan pengamatan, anak muda masa kini cenderung bosan dan malas baca kalau bahan yang ditulis terlalu panjang. Dan sebagai orang bau tanah yang mencoba gaul, eyang... (untuk bahan selanjutnya, kata “saya” diganti dengan “eyang” semoga kentara banget tuanya) harus bijak dan mencoba untuk memahami hal itu.

Semoga posting pertama di blog eyang gaul dengan judul KenapaAnak Harus Patuh Pada Orang Tua ini ada faedahnya. Walau belum sanggup menjawab pertanyaan tersebut secara memuaskan, setidaknya hari ini ialah hari bersejarah bagi eyang. Semoga para cucu, menantu, keponakan semuanya menyukai goresan pena eyang ini. Iyalah, benci artikel eyang gaul itu berarti tidak nurut apa kata orang tua, hahaha... uhuk!! Uhuk!! Batuk eyang kambuh, Cu.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar