Lirik Lagu Bunda Ini Bikin Terharu – Dengar lagu berjudul Bunda dari Melly Goeslaw ini jadi menitikkan air mata. Makna atau arti lirik syairnya begitu mendalam, sangat mengharukan. Ya, semua niscaya udah pada hafal sama lirik lagu bernada melow ini. Lagu berjudul “Bunda” memang sudah sangat bersahabat di indera pendengaran para penikmat musik tanah air. Lagu yang dinyanyikan oleh band Potret dengan vokalis bunda Melly Goeslaw ini sangat terkenal di kala tahun 90-an. Bahkan hingga ketika ini masih sering dinyanyikan di banyak sekali acara. Kalau tak percaya, coba cari list song di kawasan karaoke manapun, niscaya tersedia lagu ini untuk dinyanyikan.
Lagu “Bunda” merupakan single ketiga dalam album kedua Potret yang bertajuk Potret II. Album ini direkam tahun 1996 dan dirilis tahun 1997 dibawah label Sony Music Indonesia dengan produser Glenn Fredly. Selain lagu Bunda yang diciptakan oleh Melly Goeslaw, di album ini juga terdapat lagu “salah” dan “mak comblang” yang liriknya lucu menggelitik. Kedua lagu itu juga tak kalah ngetop dan masih terkenal hingga ketika ini.
Lagu Bunda disukai orang dari banyak sekali kalangan alasannya musiknya easy listening, yummy untuk di dengar. Tapi yang paling menarik ialah syair atau lirik lagunya, sangat mengharukan. Bikin merinding jikalau kita resapi makna atau arti syairnya begitu dalam.
Sebelum kita urai apa arti dari syair lagu Bunda, coba baca baik-baik lirik lagunya berikut ini. Eyang sertakan juga grip atau kunci chord gitarnya biar kalian bisa nyanyikan dengan iringan gitar. Nyanyikan dengan penuh perasaan ya...
C Am
Ku Buka Album Biru
F G
Penuh Debu Dan Usang
Em Am
Ku Pandangi Semua Gambar Diri
F G
Kecil Bersih Belum Ternoda
Ku Buka Album Biru
F G
Penuh Debu Dan Usang
Em Am
Ku Pandangi Semua Gambar Diri
F G
Kecil Bersih Belum Ternoda
C Am
Pikirkupun Melayang
F G
Dahulu Penuh Kasih
Em Am
Teringat Semua Cerita Orang
F G C
Tentang Riwayatku
Pikirkupun Melayang
F G
Dahulu Penuh Kasih
Em Am
Teringat Semua Cerita Orang
F G C
Tentang Riwayatku
Reff#
Em Am F C
Kata Mereka Diriku Slalu Dimanja
Em Am F G
Kata Mereka Diriku Slalu Ditimang
Em Am F C
Kata Mereka Diriku Slalu Dimanja
Em Am F G
Kata Mereka Diriku Slalu Ditimang
C Am
Nada Nada Yang Indah
F G
Slalu Terurai Darinya
Em Am
Tangisan Nakal Dari Bibirku
F G
Takkan Makara Deritanya
Nada Nada Yang Indah
F G
Slalu Terurai Darinya
Em Am
Tangisan Nakal Dari Bibirku
F G
Takkan Makara Deritanya
C Am
Tangan Halus Dan Suci
Tangan Halus Dan Suci
F G
Tlah Mengangkat Diri Ini
Em Am
Jiwa Raga Dan Seluruh Hidup
F G C
Rela Dia Berikan
Tlah Mengangkat Diri Ini
Em Am
Jiwa Raga Dan Seluruh Hidup
F G C
Rela Dia Berikan
Back to REFF
C G Am Em
Oh Bunda Ada Dan Tiada Dirimu
F G C
Kan Slalu Ada Di Dalam Hatiku …
Oh Bunda Ada Dan Tiada Dirimu
F G C
Kan Slalu Ada Di Dalam Hatiku …
Mendengar lirik syair lagu Bunda ini, kita bisa membayangkan kerinduan seorang anak yatim yang telah ditinggal pergi ibunya menghadap Yang Maha Kuasa. Si anak tak pernah mengingat bagaimana wajah sang bunda alasannya ketika meninggal, dia masih sangat kecil. Si anak hanya bisa melihat ia dari album foto kenangan. Ini bisa kita tafsirkan dari syair pembuka lagu tersebut: “Ku Buka Album Biru... Penuh Debu Dan Usang... Ku Pandangi Semua Gambar Diri... Kecil Bersih Belum Ternoda..”
Si anak (yang mungkin kini lagi beranjak remaja atau sudah dewasa) juga hanya bisa mencicipi kehangatan dan belaian kasih sayang seorang bunda hanya lewat kisah orang-orang dekat sang bunda semasa hidupnya. Perhatikan syair berikut ini: “Teringat Semua Cerita Orang Tentang Riwayatku...” Dulu ibunda merawat si anak dengan penuh kasih sayang tulus, penuh perhatian, selalu memanjakan dan menuruti impian si anak. Itu terlihat dari syair: “Kata Mereka Diriku Slalu Dimanja... Kata Mereka Diriku Slalu Ditimang”
Walaupun tak pernah ingat wacana bundanya, si anak tetap mencicipi tulusnya kasih seorang ibu.. Dia juga akan selalu menyanyangi bundanya hingga kapanpun, ibarat terungkap dalam lirik selesai lagu ini: “Oh Bunda Ada Dan Tiada Dirimu, Kan Slalu Ada Di Dalam Hatiku …”
Secara keseluruhan, kita bisa melihat kesedihan, kerinduan sekaligus ketabahan dari seorang anak yang telah ditinggal pergi oleh sang ibu untuk selamanya. Ahh... sungguh kisah yang sangat mengharukan dari sebait lirik lagu.
Tak sadar eyang hingga menitikkan air mata ketika menafsirkan lirik lagu Bunda karya Melly Goeslaw ini.
![]() |
| sumber gambar; instagram |
Saat kalian mendengar lagu ini, bersyukurlah alasannya masih mempunyai orang tua. Tak terbayang gimana rasanya ditinggal oleh ibu, bunda, bundo, mama, emak, enyak, nyokap, ummi, simbok atau apapun sebutan untuk orang bau tanah perempuan kita.
Ingatlah lagu ini ketika kalian asik main hape sementara bunda bermandi peluh mengurus seisi rumah.
Ingatlah lagu ini ketika kau murka hanya alasannya bunda belum bisa membelikan motor gres yang kau minta. Apakah kau tidak memahami ia sedang berhemat untuk memastikan supaya biaya sekolahmu tidak hingga nunggak?
Ingatlah lagu ini ketika kau ngambek tak mau makan alasannya lauknya tempe tahu melulu. Tahukah kau betapa capeknya ia memastikan kuliner sudah siap semoga kau tak hingga kelaparan sepulang sekolah?
Ingatlah lagu ini ketika bunda ngomel ngomel alasannya kau kemaleman pulang ke rumah. Tahukah kau jikalau selama menunggu kedatanganmu, hati ia tidak damai mengkhawatirkan keadaanmu?
Ingatlah lagu ini ketika kau masih ngorok seorang bunda sudah sibuk di dapur, menyiapkan seragam sekolah kau serapi mungkin. Tegakah kau pasang muka cemberut ketika ia membangunkanmu semoga tidak terlambat ke sekolah?
Makanya, selagi bunda masih ada di samping kita, sayangilah dia ibarat ia menyayangimu dengan sepenuh jiwa. Jangan membantah nasehatnya. Jangan buat hatinya sedih.
Mungkin saja bunda kau orangnya banyak cincong serta galak. Tapi percayalah, suatu ketika kalau bunda telah tiada, kau akan merindukan kecerewetan dan kegalakannya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar